Dua Cangkir kopi dan lepat petang ini bertingkah dalam suatu cerita, seorang kawan datang menghampiri katanya sekadar ingin mencicipi kopi buatan saya namun lain daripada lain gelagat kawan ini agaknya. Ada kerindua dalam bahasa tubuhnya yang tak tersampaikan. Saya berikan kawan ini secangkir kopi robusta lampung dan beberapa lepat untuk di kudap. Ia menikmatinya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s