Aku teringat kepada gadis betis daging ubi Payokumbuah

Seterpencil-pencilnya manusia, ia hanya berjarak paling jauh tujuh perantara ke manusia paling terpencil pula di sudut bumi paling sunyi.

Bagaimana aku tidak akan menanyakan kabarmu, dan bagaimana mungkin juga aku tidak akan mendapat kabar darimu, jika kawan dari kawanmu adalah kawanku juga, agaknya, hanya satu perantaralah aku dengan kamu. Dan kesunyian yang telanjang sepanjang jalan tampak.

Kepada gadis betis daging ubi Payokumbuah itu, kau, hoi pukau si jontiak, pada buhul menghela napas panas dan segala dendang pitunang yang tersimpan pada pangkal lidah.

Sesiapakah kau yang membikin mabuk laut, aku tertidur seakan kau membangunkan, aku bangun kau sekana berkata “turut aku uda, di sini aku menanti uda untuk tunduk!”.

Segantang miang menaikkan bisa, pada malam yang hening dan pada napas yang tersendak, maka garik pasang angin membikin rubuh. Tapi, sekali lagi hanya angin membikin dingin seakan kematian perlahan meninggalkan batang tubuh.

Di Limau Manih datang juga mimpi malam itu, kau yang mengenakkan tingkuluak balilik menari dengan gontai, memikat si jantan mendekat, aku, terpiuh oleh garik lenggok gemulai, dalam pada itu dalam sekejap juga hilang tiada membekas. Kau kemana, aku bingung. Seorang alim tetiba mendekat, “usah diharap dengan yang tidak mungkin untuk didekati, yang bukan diperuntukkan biarkan saja lepas”.

Tinggam manakah yang melekat pada tubuh ini, lain terasa pula. Menjalani hari dengan nasib buruk, sekawanan anjing mengejar dalam tidur, bisikan orang jauh memanggil datang, “turut aku uda, disini aku ada menanti!”.

Maka aku panggil kau wahai perempuan, entah angin ataukah bunyi sirompak yang menggarikkan lentik jarimu. Serta jilah dada-dara yang berayun seperti setandan kelapa di piuh angin limbubu. Sehingga aku kau panggil dalam gelap.

Kau lah itu tempat segala pitunang dan sesal dipulangkan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s