ke kedai buku

di hadapan uang koin berserakan
yang telah dimuntahkan dari gelas
sumbing, dan pada hari yang sepi
serta dendang lama kembali diputar

aku bayangkan akan dibawa kepada
kasir berparas jelita disebuah kedai buku
“uang sebegini adanya adakah cukup pembeli
buku baru, nona”

di hadapan uang koin berserakan
aku mencium aroma kayu gadang rebah
hutan meninggalkan baju

beri aku buku, beri aku sebuah ruang baca
agar gigil inflasi yang membikin influenza
ekonomi bangsa tak terasa begitu

pada buku tersebut pecakapan demi percakapan
batin dan monolog akan dibangun
semisal kota baru agar anak riang
bermain dan tidur kembali sediakala.

di hadapan uang koin segala
haru akan senantiasa pilu
biarlah pada sebuah buku baru ia berlalu.

 

Padang, penghujung july 2016

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s