Taratak Retak

Di Batupaek angin malam bakal membikin kegaduhan
sunyi masih begitu. Kau angin
kau yang ngilu jika aku kenang
kenang dan angan yang angin, angin yang gigil.

Di Batupaek aku inginkan dendang talang seruas
yang merompak urat jantung-hati hingga benar
segala gairah tumpah, tumpah gairah mengenang
taratak retak. Orang ladang, orang bunian
serta segala hari buruk. Hari lalu nasib tak urung usai.

Yang berjarak sejarak antara malam dengan parak siang,
maka aku tuliskan bait sakit tentang
siang masih saja perihal panas berdengkang
retak sawah kurang air, orang ladang saling gaduh
cericit murai batu kini bisu.
Harum mekar bunga kopi di pagi yang basah tak lagi aku hirup
percakapan di warung kopi tiada benar membikin gairah
tiada lebih daripada percakapan perihal perburuan babi hutan
tentang anjing siapa berhasil merubuhkan seokor babi besar bersurai tajam
tentang anjing siapa yang cabik hingga berserakan segapa isi perut.

Batupaek ini Mangkuto, serupa taratak retak yang perlahan sunyi.
Patahan nasib baik seranting demi seranting perlahan patah,
Sebatang beringin gadang tiada lagi rindang
lebat berdaun serta berakar tempat bersandar.

Jadilah pengembara mereka, jadilah anak dagang
tinggalkan kampung halaman sebab di kampung badan merasai.

Duh Mangkuto, duh nan kandung
Kasih kandung, kasih kandung serupa itu
baru berdiri lupa dengan kami.

Biarlah nasib badan begini di taratak retak
takkan bercerai ikan dengan air;
-takkan berpisah ikan daripada lumut meski dapat umpan nan sesuai.

Aku inginkan dendang talang seruas
perintang sunyi dari segala nelangsa
sebab lamunan bersipantun
anak orang di atas ngarai. sesimpang jalan menuju ke bawah
tidak sengaja bercerai. sebab untung membawa jauh.

Maka yang tersisah taratak kian retak
sedang rumah kian rubuh.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s