telah aku pagut segala kecut
telah aku pungut segala anak kerinduan
sedang rindu kian menjadi, sedang risau kian merisau

di Limau Manis malam dan angin
hening serta garik lemah nafas putus-putus
perasaan yang bagaimanakah, Mangkuto
di ranah pesisir perantaun
meski sejengkal pengglaah saja jarak memisahkan
namun, angin serta segala kesunyian datang menyergap
dengan sigap, menyergap hingga benar rubuh aku.

meruang dalam angan, meruang segala hari lalu
dendang, teh telur, goreng pisang raja jantan, serta
percakapan dini hari.
dendang lama mangkuto, dendang yang sering kita mainkan
inginku putar lagi, agar segala gairah tercurah
agar segala ingat kembali teringat
agar segala kerinduan tak sesakit

telah aku pagut segala kecut
telah aku pungut segala anak kerinduan
sedang rindu kian menjadi, sedang risau kian merisau.

kau keluhkan nasib, nasib adalah roda pedati
bersipantun nasib menjelma pantun
orang Padang tariklah rantai. orang memukat di Muara
tambah besar tambah merasai. apatah lagi badan ini tua

namun nasib tak melulu perihal roda pedati, Mangkuto
tiris bisa datang dari bawah,
jatuh menimpa bisa datang dari bawah.

kau keluhkan ketidakberdayaan sejati,
kau keluhkan perihal anak dalam segala perantauan
mendingin badan kau merindukan,
“pulang anak, pulanglah anak
sayang ke denai seperempat, sayang ke orang seperdua
seumpama air di sanding pulau, keras ke sana lunak kesini”

telah aku pagut segala kecut
telah aku pungut segala anak kerinduan
sedang rindu kian menjadi, sedang risau kian merisau
nasib adalah perantauan
sejauh perantauan adalah kampung
yang senantiasa memanggil pulang
dan anakmu
bukanlah ayam yang lepas ke kandang orang
anakmu Mangkuto, anak kerinduan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s