Operasi Pengangkatan Tumor Jinak Papa

Well, tepat hari selasa minggu kemarin saya pulang kampung guna persiapan menemani papa di rumah sakit menjalani operasi pengangkatan tumor jinak yang bersarang di punggung. Dalam jadwalnya registrasi ulang di rumah sakit hari kamis, namun berhubung di kampung akan ada rapat keluarga persiapan pernikahan salah seorang kerabat maka saya putuskan untuk pulang lebih awal. Selain itu, hari rabu tersebut saya mempunyai janji dengan salah satu kantor dinas pemerintahan di Kabupaten Tanah Datar. Selain itu, hari rabu tersebut saya ingin ke Istano Basa Pagaruyuang untuk bertemu dengan salah seorang kawan untuk berdiskusi ide serta gagasan yang ingin barangkali diwujudkan untuk memanjakan pengunjung.

Kamis pagi kami bertolak menuju RSUD Kota Padang Panjang untuk melakukan registrasi awal dan bersiap untuk operasi. Berhubung tekanan darah papa tinggi, kalau tidak salah kemarin itu tensi beliau 160 maka dokter belum memberikan izin untuk dilaksanakan operasi dan papa diharuskan untuk menginap barang semalam terlebih dahulu.

Saya perhatikan gerak-gerik papa agak cemas, tidak banyak beliau untuk berbicara sebagaimana biasanya. Terlihat lebih banyak diam, sesekali berjalan-jalan kecil ke luar ruangan kamar inap atau mencari hiburan seperti menonton televisi atau lebih sering membaca buku yang juga beliau bawa ke rumah sakit.

Jumat pagi ketegangan papa semakin menjadi walau berusaha beliau sembunyikan. Mama sesekali melontarkan candaan khasnya, sesekali tertawa.

Papa dijadwalkan operasi selepas shalat jumat. Selepas jumat, sekira pukul 13.30 papa masuk ke ruang operasi. Saya lihat papa juga ikut menyeret mama ke ruang operasi seraya berkata kawani ambo ciek-temani saya-. Saya hanya bisa tertawa kecil di dalam hati melihat tingkah beliau.

Tidak sampai lama, lebih kurang sekitar 15 menit beliau selesai operasi. Wajah ceria sudah mulai tampak dari papa yang awalnya sudah mulai tegang. Wajah tegang yang semula murung itu sekarang berganti dengan kecerian dan cerita-cerita papa selama operasi. Papa hanya mendapatkan bius lokal bukan bius total.

Malam harinya, saya dan papa hanyut dan larut dalam bacaan kita masing-masing. Saya membaca buku mengenai sistem tatanegara di kerajaan Pagaruyuang dan satu buku lagi mengenai konflik agama di Minangkabau. Sementara papa membaca buku mengenai Atlantis, buku dari Prof. Santos mengenai benua Atlantis yang hilang. Papa adalah guru IPS di sebuah SMP-beliau saat ini baru saja pensiun muda-. Ketertarikan papa dengan buku Atlantis tersebut tidaklain karena beliau juga mengajar Geografi.

mangkuto_dan_buku

begitu seriusnya beliau menikmati bacaan tersebut, dan sesekali kita rehat membaca sembari rehat di isi dengan beberapa diskusi. Diskusinya pun bukanlah diskusi ringan semata-mata, namun diskusi berat juga. Seakan beliau sudah lupa telah selesai operasi dan mesti banyak istirahat.

Karena papa merupakan seorang andiko dari suku Dalimo. Penghulu Andiko (Datuak Kampuang) adalah orang yang terkemuka, atau pemimpin dari warga kampungnya. Seperti juga Penghulu Pucuk berkewajiban menyelesaikan hal yang kusut, menjernihkan hal yang keruh, menjaga ketentraman bagi pesukuannya, maka Penghulu Andiko yang bertugas demikan dalam kampungnya. Sementara saya selaku pewaris pucuk nagari Simawang, maka tidak hanyal diskusi kami seakan dalam posisi andiko dengan pucuk nagari/tuo nagari. Membahas isu-isu yang saat ini terjadi di kampuang, seperti kemerosotan akhlak budi pekerti, sistem pendidikan surau, dan yang sering saya dikusikan dengan beliau adalah mengenai kisruh pemekaran nagari di Minangkabau. Saya sampaikan keberatan-keberatan dan kecemasan mengenai pemekaran nagari dan dampak buruk yang akan terjadi kepada papa, beliaupun membenarkan juga ide gagasan saya tersebut.

Sudah lewat pukul 22.00 malam, kami masih sibuk saja dengan bacaan, beliaupun tak sadar secara diam-diam saya ambil fotonya.

mangkuto

Sabtu pagi kita pulang ke rumah, papa sudah mulai membaik.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s