Aussie(?)

Saya tak pernah membayangkan perihal Aussie sebelumnya, entah itu berkuliah, berkunjung ke sana ataupun kegiatan lainnya di sana. Semisal selepas kuliah, hal utama yang ingin saya kerjakan adalah bergabung disalahsatu perusahaan telekomunikasi ataupun konsultan keamanan jaringan komputer yang nyatanya merupakan mimpi-mimpi yang saya pelihara. Begitu juga untuk melanjutkan kuliah, barangkali bukanlah suatu perioritas utama.

Dalam pada itu, melihat kepada diri, bercermin pada diri dan segala laku dan tingkah perangai diri. Saya terkadang sering juga kembali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mesti saya resapi dan jawab sungguh-sungguh. Mengenai passion yang begitu fokus saya geluti kedepannya. Pada awalnya memang benar saya sangat menggemari bidang keamanan jaringan dan telekomunikasi. Di lain sisi, dalam perjalanan saat ini saya menemukan suatu gairah lain berkutat di bidang riset terutama sekali mengenai IoT dan pertanian.

Penelitian tugas akhir yang saya geluti, tidak terasa telah menghabiskan dana pribadi yang tidak sedikit untuk riset, perancangan alat, pengujian, dan lain sebagainya. Saya begitu menikmati riset tersebut. Berdiskusi dengan pembimbing 1 dari jurusan Elektro dan pembimbing 2 dari jurusan Ilmu Tanah. Saya tidak merasakan beban apapun. Membuat rangkaian penurun tegangan AC 220 ke DC 12 V, menulis kode program mulai dari bahasa C, Python, Mysql, PhP, saya lakukan. JIka terkendala, maka solusi terbaik adalah berdisksi di forum-forum ataupun mendatangi kawan-kawan untuk berdiskusi. Untuk tetap ada dalam kancah persaingan, kita mesti bertahan. Bertahan dengan ide-ide, memecahkan persolan, sebab setiap rasa wajib di periksa, setiap periksa membutuhkan nalar dan logika. Saya menikmat ritme-ritme tersebut.

Membandingkan dan menganalisa ataupun bahkan membikin metoda-metoda sendiri dengan menggabungkan dua displin ilmu tersebut. Tidak jarang juga saya mendapatkan bahan-bahan ataupun buku dari dosen Ilmu Tanah.

Ketika melihat suatu kotak, saya membayangkan ada suatu wujud lain di sebalik itu. Maka, saya selidiki apa dan bagaimana disebalik kota tersebut, begitu seterusnya. Sehingga penelitian tersebut menghasilkan beberapa metoda-metoda pembanding, bagaimana menerapkan suatu sensor kelembaban tanah dan juga kelemahan dari sensor tanah itu sendiri. Natuurlijk, hmm, Masalah ataupun hambatan memang datang silih berganti sesuai tantangan zaman, namun esensi dari persoalan tersebut tidaklah bergeser terlalu jauh. Sebabnya saya mencoba mempelajari dasar-dasar fisika tanah, ordo tanah, dan lain sebagainya.

Bahan bacaan tersebutlah menjadikan pisau analisa dan rasa keingintahuan yang teramat besar disebalik suatu kotak dan menemukan kotak lainnya, bagaikan fuzzle. Merangkainya menjadi suatu kerangka utuh yang bermakna.

Rupanya kegigihan dalam memahi penelitian membikin saya semakin dekat dengan dosen pembimbing, dalam setiap pertemuan, saya dan beliau aktif berdiskusi tidak terkecuali ketika menghadapi ujian seminar proposal. Alhamdulillah, seluruh pertanyaan penguji saya jawab dan saya berikan argumen-argumen seutuhnya. De waarheid is daar.

Suatu pagi, ketika itu di salah satu ruangan yang diberikan pembimbing 2 kepada saya untuk melaksanakan pengujian, saya sedang lesehan di lantai tak beraskan tikar, ketika saya sedang asyik mengutak-atik program mencari nilai kalibrasi alat tiba-tiba pembimbing 2 datang menghampiri dan ikut lesehan di sebelah saya.

Beliau mengajak ngobrol dalam bahasa Inggris. Dalam obrolan tersebut beliau menanyakan kesanggupan saya untuk mengupayakan nilai TOEFL dan IELTS, ketika saya tanya untuk apa, beliau menjawab, IBuk ingin merekomendasikan kamu untuk kuliah di Universitas Sydney. Lidah saya kelu tercekat, apakah ini nyata, atau hanya ilusi semata. Setelah di dengar kembali, benar beliau berkata demikian. Menurutnya, saya bisa mengembangkan potensi serta mengembangkan IoT di sana.

Di hari yang lain pada kesempatan lain. Melalui percakapan telephone, saya berdiskusi dengan seorang Buk Dani, beliau tenaga pengajar di jurusan Sastra Inggris. Alhamdulillah, beliau ingin membantu saya berupa memberikan kuliah cuma-cuma dengan topik TEOFL dan IELTS.

Hallo Aussie(?), ada apa dengan mu? adakah ingin sebuah romantika percakapan pagi tanpa gula, tanpa kopi atau tanpa teh?. Jika almanak takdir dan kuasa Tuhan atas segalanya bagai pertemuan dua insan, maka berdoalah kau di sana untuk kebagainmu kebagaikanku. Maka disini aku berdoa sungguh penuh harap.

Hallo diriku, ada apa dengan mu?

Iklan

3 respons untuk ‘Aussie(?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s