Apa kabar Minangkabau

Apakabar Minangkabau pagi ini sunyi begitu masih menjadi milik kita masing-masing. Ada hal-hal menarik yang terkadang muncul dalam benak saya. Mengenai minangkabau dahulu. Orang Minangkabau dahulu mengisi lini dalam setiap ruang ideologi yang berkembang jauh sebelum berdirinya Republik ini. Beragam corak pemikiran muncul dan berkembang dari putra-putri Minangkabau. Ada Sosok Nasionalis, sosok religius-konservatif, sosok yang memiliki lautan seni dengan idealisme yang tinggi, atau barangkali sosok sosio-komunisme. Semua ada di sini, semua pemikiran-pemikiran tersebut ada dan tumbuh dan hidup dalam ruang-ruang diri mereka masing-masing dan berkembang.

Lantas, muncul pertanyaan dalam konteks kekinian, beberapa orang Minangkabau di perantauan menjelma menjadi manusia-manusia pelaku Budaya Pop yang terkadang anti-mainstream. Ada deretan sosok-sosok sineas semacam Rizal Mantovani hingga para transgender pelawan-arus dan dominasi heteroseksual seperti Dorce Gamalama dan Solena Chaniago. Suatu paradoks kontradiktif yang bertolak arah dari pendahulu-pendahulu sebelumnya. 

Kegilaan seperti apakah ini, benarlah sebuah ungkapan; “Dalam banyak hal, orang Minangkabau cenderung konservatif-ortodoks di Ranah, namun cenderung dinamis dan liberal di Rantau“. Benarkah tersebab tidak adanya lagi pendidikan surau menjadi suatu faktor utama dari kemunduran ini. Ataukah arus globalisasi dengan kecepatan lalu-lintas arus data informasi membikin kita telah silau kemilau dalam fatamorgana ilusi digital tersebut. Ilusi digital dalam globalisasi telah menempatkan kita pada suatu kenyataan ironi. Dan berkembangnya media sosial melalui daring-daring yang sangat beragam, mau tidak mau kita seakan memiliki hasrat keharusan untuk mengaktualisasikan diri dalam ranah masyarakat digital. Dimana yang terpenting adalah mempertontonkan ataupun memperlihatkan diri, mempublikasikan setiap gerak-gerik kegiatan keseharian.

Selamat pagi Minangkabau, akabarnya di pagi ini kah?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s