are you still afraid to fail?

Ada dua kejadian menarik ketika saya pagi ini menangis menitikkan air mata terharu. Pertama, ketika tahun 2011 saya menginap di Padang tepatnya di rumah saudara papa yang paling tua. Saya menginap di sana ada rasanya satu bulan, ketika itu melakukan persiapan ujian SBMPTN dengan cara ikut bimbingan belajar intensif satu bulan. Suatu ketika di malam itu saya sedang belajar, istri dari pak uwo tersebut menegur saya, menanyakan saya memilih kampus apa dan jurusan apa. lantas saya jawablah saya mendaftar di STEI ITB, Elektro Univeristas Andalas, dan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas. Begitulah jawaban saya sekadarnya, dan mak uwo tersebut membalas dengan mengatakan lai indak mimpi waang tuh? (apa tidak bermimpi kamu?). Saya hanya membalasnya dengan suatu senyuman.

Hal lain yang kembali teringat adalah satu tahun yang lampau, tepat di bulan puasa juga waktu itu. hari itu kamis, saya menemui seorang dosen yang akan menjadi calon penguji pada ujian seminar proposal. Saya ingin memastikan kesedian beliau untuk bersedia menjadi penguji, namun begitu pada pagi tersebut beliau langsung menguji mempertanyakan perihal penelitian yang akan saya kerjakan. Tidak lama saya menjelaskan penelitian tersebut, beliau menyudahi begitu saja dengan menyeletuk sudah-sudah, ngawur kamu ini, bohong, tidak jelas. saya tanya lain kamu jawab lain. Saya mencoba membela diri dengan mengatakan tapi Pak, ada bagian yang mesti saya jelaskan lebih lanjut, perihal ilmu tanah nya …, namun usaha saya sia-sia dalam meyakinkan saya. Pendek kata saya di suruh untuk meninggalkan ruangan beliau. Saya berdiri sembari menudukkan kepala kepada beliau dan mengucapkan terimakasih sembari tersenyum.

Hari ini, pada bulan puasa setelah kejadian dengan calon dosen pembimbing tersebut. Saya dikirim file oleh pembimbing 2. File tersebut berisi pernyataan dari seorang Prof dari China Agricultural University bersedia menjadi pembimbing dan terlibat dalam penelitian saya selanjutnya.

Alhamdulillah, pagi ini saya meneteskan air mata. Saya tahu ketika hari sabtu kemarin dimana ketika mengobrol dengan pembimbing 2 ada email masuk dari University of Sydney yakni dari Prof Budiman yang menyatakan kesediannya menjadi pembimbing. Seketika itu saya juga menangis menitikkan air mata. Dan saya tahu pembimbing 2 mengetahui jika saya menangis.

Saya teringat akan kebijakan firman Allah SWT dalam Al-Baqarah: 45-46, yakni “Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (yaitu) orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya”.

Untuk diri saya pribadi, semoga saya mampu menjalankan amanah ini.

Iklan

Satu respons untuk “are you still afraid to fail?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s