dalam persimpangan jalan

Sebagaimana yang saya pahami bahwa Allah akan membukakan rezeki kepada hamba yang Ia kehendaki dan menyempitkan rezeki kepada hamba yang Ia kehendaki pula. Dalam pada itu, dengan telah dilaksanakan wisuda beberapa minggu yang lampau merupakan suatu prosesi  dalam peresmian berakhirnya proses belajar di tingkat strata 1 yang sudah saya laksanakan beberapa tahun lamanya.  Pelajaran dari bersyukur adalah perihal kesabaran, sabar ketika mendapatkan keberhasilan dan sabar ketika mendapati kegagalan. Begitulahnya dengan keberhasilan dalam menyelesaikan strata 1 tersebut. Saya tak bisa berpuas diri sepanjang hari saja sebab banyak bengkalalai mesti di urai. Hari depan masih panjang perjalanan kehidupan, ada hal-hal yang mesti direncanakan dengan perencanaan yang matang dalam pengambilan keputusan.

Tibalah pada masanya saya kembangkan kembali layar biduk kehidupan selebar-lebarnya, sebab hari depan muda hidup kian menggelora, apatah lagi perihal dendang perantauan yang kian berdengung serta mengiang di ruang angan.

Saya dihadapkan dengan persoalan rumit akhir-akhir ini untuk memilih suatu keputusan penting yang terkait dengan perjalanan karir kedepannya. Pertama adalah perihal melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya  sebagaimana tawaran yang datang serta dorongan dari dosen pembimbing. Namun begitu, saya coba renungkan kembali apakah saya bisa untuk melanjutkan pendidikan tersebut sedang saya merasa lelah sebab selama 6 tahun berjuang dari berbagai hal; persoalan di kampus dengan beberapa dosen, persoalan biaya kuliah dan biaya hidup yang saya usahakan sendiri, serta persoalan lain yang menguras psikis. Ketika kegalauan ini saya ketengahkan kepada papa, singkat saja beliau memberikan jawaban. Beliau berkata bukan dek bodoh kito nak, tapi dek parangai urang. hadapi lah hari esok (bukan karena bodoh kita, namun ulah perangai orang terhadap kita).

Selain itu, saya juga sedang menunggu pengumuman hasil seleksi proposal Penelitian Unggulan Kemenristek Dikti. Dimana pembimbing mengajukan penelitian tersebut untuk mendapatkan dana penelitian untuk melanjutkan serta pengembangan dari penelitian yang sudah saya kerjakan.

Menunggu bukanlah perkara mudah bagi saya, menunggu melahirkan kejemuan di suatu sudut tunggu. Ketika saya lihat kebelakang-keadaan keluarga, adik-adik-, betapa insyaf saya bahwa mereka saat ini dalam keadaan ekonomi yang tidak baik. Muncullah bimbang menimbang kembali hari depan, apa yang mesti saya lakukan.

Setelah saya kaji kembali, ada beberapa bulan waktu kedepannya untuk mempersiapkan beasiswa tersebut maka tidaklah salah saya pertimbangkan untuk mencari untung diri. Saya bisa manfaatkan waktu luang tersebut untuk mencari pekerjaan. Berita baiknya adalah saya dipanggil untuk interview serta test. Panggilan interview tersebut tentu menjadi motifasi saya untuk tetap gigih dan berjuang dalam situasi apapun. Seberat apapun itu, berikan saya sesuatu yang sulit sekalipun saya akan menyelesaikannya.

Saya percaya Tuhan Maha Baik dan senantiasa ada hadiah dari setiap kesabaran dari kesulitan dan ujian yang diberikan. Sempat saya gundah untuk biaya perjalanan ke Jakarta, pada awalnya saya andalkan adalah uang dari projek di salah satu dinas pemerintahan kabupaten Tanah Datar. Berhubung birokrasi yang bertele-tele dan ketidak jujuran dari pihak kantor tersebut, maka saya mesti sabar untuk menghadapi mereka. Terhitung sejak bulan Mai kemarin saya telah menyelesaikan kewabijan sebagai pihak yang ditunjuk untuk membikin program e-office, namun hingga sekarang pelunasan tersebut belumlah tuntas. Seorang kawan menawarkan bantuan untuk tiket perjalanan ke Jakarta, saya katakan padanya saya menerima tawaran tersebut dan akan saya lunasi secepatnya.

Padang hari muda cintaku, tentang kota yang membikin tumbuh tenggelam dan cinta serta dendam tak usai. Tibalah dalam suatu persimpangan jalan, hendak kemana biduk yang akan di layarkan. Sebelum biduk sarat muatan, selagi kuat badan mencari serta selagi kuat pikiran untuk berfikir. Rantau yang diinginkan adalah ranah melarikan diri dari dendam tak usai, segala hari buruk di tutup buku dan usai sudah lembaran tersebut. Sepatutnya dalam perantauan membuka kembali lembaran baru untuk hari muda cinta.

Kepada kota ini saya mengucapkan terimakasih yang tak terhingga, kepada mereka yang secara tidak sengaja telah memberikan saya pelajaran-pelajaran penting. Semoga berkat serta rahmat daripada Allah senantiasa menaungi mereka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s