Regulasi Transportasi Umum

Kemarin tepatnya Walikota Padang resmi menutup kantor GoJek setelah sebelumnya Wali Kota Bukit Tinggi juga telah menutup kantor operasional Gojek di kota tersebut. Dengan membubarkan GoJek, kedua Wali Kota tersebut telah menghapus mata pencaharian setidaknya 4000 orang yang merupakan bagian dari rakyat yang mereka pimpin. Tidak jarang juga yang menjadi pengendara ojek online tersebut adalah mahasiswa yang mencari uang belanja tambahan.

Persoalan ini semakin pelik lantaran bukan sekadar persoalan regulasi, kontroversi, namun persoalan tersebut adalah kebijaksanaan Pemimpin yang tidak punya cukup akal dan keberanian untuk membela dan mencarikan solusi ataupun jalan tengah bagi kelompok ekonomi spesifik masyarakat dimana ia pimpin.

Saya paham bahwa betapa jauh jarak antara lidah dengan perbuatan terlebih kepadanya diberikan suatu jabatan. Dan mereka pemimpin tersebut (Baca:Walikota) masih menggunakan cara lama yakni dengan sengaja sebuah persoalan sosial mengemuka hingga pada titik puncak tertentu kelompok-kelompok masyarakat kemudian saling bergesekan dan menimbulkan bentrok. Kemudian muncullah pemimpin tadi di atas panggung, berlagak bersolek bagai seorang pejuang ataupun dewa penolong yang menyelesaikan masalah dengan berlindung dibalik undang-undang yang nyata-nyatanya tidak akomodatif serta representatif.

Sebagai contoh, moda transportasi darat yang ada saat ini di Kota Padang sangat tidak ramah terhadap penumpang-bahkan Trans Padang sendiri sering menimbulkan ketidaknyamanan dikarenakan banyaknya penumpang saling berdesakan-. Persoalan yang sering muncul ketika menggunakan angkot adalah sopir yang masih muda belia serta ugal-ugalan. Hal tersebut dikarenakan mereka berupaya untuk mengejar setoran. JIkalaulah misalnya moda transportasi tersebut dikelola oleh Pemda/Pemkot tentu lain ceritanya.

Tidak bisa lagi menggunakan alasan harus ada yang dibunuh supaya yang lain bisa hidup. Regulasi yang solutif diperlukan sekali dan kebijaksanaan seorang pemimpin diharapkan untuk menyelesaikan kusut tersebut. Seorang pemimpin harus akomodatif dalam kepemimpinannya. Bagaimanapun mereka telah diberikan amanah untuk didahulukan selangkah serta ditinggikan seranting dalam hal melaksanakan kepemimpinan. Kepada merekalah rakyat menaruh harapan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s