Disini Saya Masih

Bahwa benar sungguh kesunyian adalah milik masing-masing dan perjalanan yang sejatinya kembara lintas panjang hanyalah perantauan untuk kita maknai. Dan detik waktu menikam yang tiada pernah berkhianat. Waktu tak pernah berkhianat hanya jarum yang tiada benar tahan uji. Menelisik hari lalu serta menyibak tabir hari depan, maka bertanyalah pada diri, kemana biduk hendak diperlayarkan, kemana gelanggang akan ditempuh untuk menguji diri. Terngiang dalam pada itu tentang perantauan yang hendak di tempuh, menjadi seorang pengembara, telah aku ikhlaskan diri mengarungi pengembaraan yang sepatutnya. Jika hendak hati ingin sakti tentu laut mesti diseberangi serta rantau mesti di turut agar tuah dapat sudah. Maka berlayarlah berkayuh kearah matahari membenam.

Setelah selesai wisuda saya waktu itu masih di Padang menyelesaikan administrasi serta projek dengan KPU Tanah Datar. Rencananya akan mengikuti kuliah S2 di Jurusan Teknik Elektro Unand dengan harapan semester depan dapat di transfer ke Sydney Uni, melanjutkan pendidikan serta penelitian. Waktu itu masih bulan September tahun 2017, seorang mengajak untuk datang ke Jakarta menawarkan pekerjaan, semula anggapan saya ini hanya sekadar kelakar namun nyatanya tidak.

Saya timbang baik serta buruknya tawaran tersebut, pertama pertimbangan adalah kemungkinan untuk melanjutkan pendidikan. Namun, setelah di lihat bahwa harapan untuk segera mendaftar S2 belum dapat dilaksanakan sebab sudah dimulainya tahun ajaran baru. Itu satu, selanjutnya adalah tidak mungkin rasanya saya masih berpangku tangan selepas wisuda baik di Padang maupun di kampung. Selanjutnya persoalan tersebut diskusikan dengan orang tua, terutama mama.

Izin untuk memulai perantauan sudah didapatkan, selanjutnya menghubungi dan konfirmasi kepada yang memberikan tawaran pekerjaan untuk mengambil kesempatan serta siap menghadapi wawancara sekaligus tes.

Persoalan selanjutnya adalah tiadanya biaya untuk berangkat ke Jakarta. Saya tiada benar punya uang lagi, persediaan uang telah habis seiring selesainya penelitian. Tidak berapa lama akhirnya kegelisahn tersebut terjawab dengan ada kemudahan bahwa projek KPU yang semula mangkrak di pelunasan telah dibayarkan secara penuh oleh bagian keuangan. Uang tersebut dipergunakan menggaji teman yang membuat program dan juga disisihkan untuk adik-adik di rumah. Jadilah uang tersebut dipergunakan untuk kebutuhan bertahan hidup selama satu bulan walaupun jumlahnya sangat terbatas. Untuk ongkos tiket ke Jakarta, saya coba hubungi seorang kawan yang sudah bekerja di salah satu perusahaan BUMN. Alhamdulillah, beliau membantu membayarkan tiket pesawat, namun saya ingatkan kepadanya bahwa kelak akan lekas di ganti.

Di Jakarta menumpang sementara waktu di kontrakan kawan kuliah yang sama-sama pernah berkuliah Unand. Hampir satu bulan lamanya setelah proses wawancara indekos di tempat tersebut. Kesulitan yang saya alami tentu adalah penyesuaian tubuh terhadap polusi Jakarta dan tentunya dengan uang yang pas-pasan. Dalam kesulitan tersebut, ada tangan-tangan dermawan yang tidak mungkin akan saya sebutkan namanya, dengan ikhlas membantu baik secara moril maupun materil. Saya sangat berterimkasih kepada mereka tersebut.

Ketika saya dinyatakan diterima untuk bekerja, kegamangan selanjutnya adalah tentunya biaya indekos yang harus saya setorkan kepada pemilikinya. Tidak di sangka seorang membantu membayarkan biaya awal indekos tersebut.

Perjalanan ini telah mengajarkan banyak hal, beruntung rasanya mengalami peristiwa demi peristiwa tersebut menjadikan diri semakin mengenal hakikat perjalanan kehidupan. Memang benar bahwa Allah mengatur segalanya di alam semesta. Dan memang benar bahwa dalam skala besar, “kita tidak ada kuasa apa-apa”. Meskipun demikian, sebagai seorang manusia, sebagai seorang muslim, kita diperintahkan Allah untuk menggunakan sehabis-habis ikhtiar yang ada pada kita.

Disini saya masih mengembara dan berkelana, mengikhlaskan perjalanan dan senantiasa mencari jawaban.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s