Mengenang 109 tahun Sutan Sjahrir, seorang tokoh pemikir bangsa. Perdana Menteri pertama Indonesia, bom atom dari Asia, dan sederet gelar dan sebutan lainnya. Bung, di suatu pengasingan waktu itu di Boven Bigoel, Bung berucap “kenapa saya mencintai bangsa ini?’. Bung mencintai bangsa ini sampai begitu ikhlas bung di masukkan dalam penjara tanpa proses pengadilan. Sampai di akhir hayat, bung tak diizinkan untuk berobat. Tragis memang bung, wafat sebagai tahanan politik saat pesawat yang membawa bung baru mendarat di Zurich, Swiss. Namun, pulang sebagai Pahlawan Nasional.

Kemarin, tepat tanggal 5 Maret adalah hari kelahiranmu, aku panjatkan do’a teruntukmu. Al Fatiha. Satu yang paling penting aku jadikan pedoman dalam pemikiranmu adalah merdekakan akal pikiran manusia, dengan begitu kemakmuran akan tercapai.

Manusia yang ”Edel”

Kenangan dan pikiranku sebentar-sebentar terus ke rumah, ke anak-anakku. Anak-anakku yang kuingin akan lebih bahagia dan lebih baik dari diriku di kemudian hari. Mereka kuharapkan akan berkembang menjadi manusia yang “edel”, yaitu jujur, lurus, sayang kepada sesama manusia, dan tidak mengenal gelar dan bintang-bintangan.

Tentu saja kuharapkan bahwa otak mereka pun tajam, lebih tajam dan terlatih akhirnya daripada aku sendiri. Akan tetapi, apa yang kusebutkan lebih dulu, disimpulkan dengan kata “edel”, itu yang paling penting.

Aku akan jaga benar bahwa selalu akan kucoba memengaruhi pertumbuhan itu ke jurusan seperti yang kusebutkan tadi. Mereka mesti tumbuh menurut haluan kodrat pertumbuhan mereka sendiri, menurut bakat-bakat dan pembawaan mereka sendiri. Yang perlu juga bagi kami sebagai orang tua ialah lebih menyesuaikan diri pada anak-anak sebagai kehidupan sendiri, mengadakan suasana hidup yang dapat memudahkan perkembangan dan pertumbuhan apa yang baik dan indah pada bakat dan pembawaannya itu.

Kukira itu tidak sulit. Hanya perlu selalu kuat dan cinta, serta kasih, bersedia selalu menabahkan hati dan membantu mereka dalam segala persoalan dan kesulitan dalam kehidupan mereka.

Dari catatan harian Sjahrir di rumah tahanan politik di Madiun, 3 Juni 1963

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s