Menjaga Kewarasan

Sebagaimana saya pahami bahwa Jakarta merupakan suatu kota sarat dengan rutinitas manusia. Dalam pada itu, saya melihat banyaknya ruang gerak manusia sebagai sebuah ruang yang banal, terkadang tidak selaras dengan akal sehat. Barangkali faktor stres yang membuat manusia tersebut berperilaku demikian. Kota ini tumbuh tidak seimbang, antara keangkuhan gedung-gedung dengan realitas baik dalam maupun di…Read more Menjaga Kewarasan

Iklan

Menyilau Hari lalu dan Beban Historis

“….wal tandzur nafsun maa qaddamat lighad….” (Perhatikanlah sejarahmu, untuk masa depanmu)(Q.S 59:18). Sejarah adalah cerminan bagi manusia untuk belajar, ia adalah pohon yang senantiasa tumbuh dari perjalanan manusia menunggangi tubuh waktu. Manusia dapat belajar dari sejarah, mengambil contoh kepada yang sudah dan mengambil tuah kepada yang menang. Perihal hari lalu serta persoalan yang terjadi dapat…Read more Menyilau Hari lalu dan Beban Historis

Manusia yang ”Edel”

Mengenang 109 tahun Sutan Sjahrir, seorang tokoh pemikir bangsa. Perdana Menteri pertama Indonesia, bom atom dari Asia, dan sederet gelar dan sebutan lainnya. Bung, di suatu pengasingan waktu itu di Boven Bigoel, Bung berucap "kenapa saya mencintai bangsa ini?'. Bung mencintai bangsa ini sampai begitu ikhlas bung di masukkan dalam penjara tanpa proses pengadilan. Sampai…Read more Manusia yang ”Edel”

Keutamaan Iklas

How many roads must a man walk down Before you call him a man? Penggalan tersebut saya ambil dari lagu berjudul blowin’ in the wind yang dibawakan oleh Bob Dylan yang senantiasa menjadi salah satu lagu favorit yang saya putar di gawai. Tiada jarang pula lagu tersebut membawa saya dalam ruang-ruang permenungan, mempertanyakan kepada diri…Read more Keutamaan Iklas

Dalam Air Badan Berpeluh

saya tulis tulisan ini sebagai obat kerinduan kepada kedua orang tua. dan kepada Ibunda, ananda teringat kita pernah berdiskusi perihal pantun ini suatu hari. Rilakanlah Ibunda, berilah maaf anak-anakmu yang engkau besarkan dengan air mata, semoga dengan ikhlasnya engkau, menjadikan pahala yang berlimpah dan keberkahan serta keselamatan kelak di akhirat.  Perihal Pantun Minangkabau sebenarnya belum…Read more Dalam Air Badan Berpeluh

no 43

meruang setapak jalan basah di hadapan gerbang surau aku ucapkan salam merunduk masuk ke dalam inilah diri mencari hakiki merundukkan kesombongan serta keangkuhan melekat di badan memasuki ruang ruang sunyi duduk dalam kepasrahan pada sehelai tikar pandan wahai jiwa yang murung dan duka yang nelangsa aku bakar segala keresahan pada zdikir yang mengambang timpa bertimpa…Read more no 43

Melawat Hari Lalu

Semakin jauh diri dalam kelana membawa pengembaraan meninggalkan sejenak tanah pangkal menuju sebuah perantauan. Maka, tiadalah heran jika dalam perjalanan tersebut acap kali bertemu dengan sandungan-sandungan, pada kerikil kecil yang membikin jatuh ataupun pada kerikil besar yang dihantam membikin tersungkur. Sering kita bertanya perihal esensi kehidupan ataupun mengenai permasalahan yang hadir menemani relung ruang kehidupan.…Read more Melawat Hari Lalu